Selasa, 28 November 2017

Asap

Asap biasanya berlalu 
Tak kan lama kala hadir 
Mengikuti arah angin berkayuh 
Tinggi ke angkasa lalu berakhir

Namun kini langit tempat kembali sudah tak sudi 
Menjadi keranjang sampah polusi 
Dengan berat hati awan kembali 
Ke daratan dimana ia dilahirkan

Jangan marah padaku hai manusia 
Jika oksigen menggandengku dalam nafasmu 
Atau sangitku melekat pada tiap sudut rumahmu 
Sungguh itu bukan mauku 
Karena kaulah yang hadirkanku


Hadapi aku dengan akalmu 
Maka sunnatullah kan berlaku 
Tapi kendalimu ada dihati 
Yang dalamnya tak bertepi 
Bahkan hanya untuk solusi 
Yang berulang kali kau temui

Tidak ada komentar:

Posting Komentar