Kami letih mengadu pada pemimpin negeri
Dari level
apapun ia berada kini
Kalaulah mereka bernyali, coba datang kemari
Bawa anak
dan istri lalu hiruplah udara ini.
Walau ada bimbang, sebab bencana datang tanpa diundang
Manakala umat meninggalkan ajaran dan teladan.
Dan kamipun bersimpuh, menundukkan kepala ke tanah
Berbisik pada bumi tuk maafkan segala
Perbuatan sebagian manusia yg
semena-mena memperlakukannya.
Mengharap hanya pada Allah
Kiranya untaian doa itu
mengangkasa menggetarkan langitNya
Lalu menurunkan hujan menyapu asap tebal
Yang lebih sebulan menyesakkan dada.
Allah... kami rindu hujan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar