Selasa, 28 November 2017

Rindu hujan

Kami letih mengadu pada pemimpin negeri
Dari level apapun ia berada kini
Kalaulah mereka bernyali, coba datang kemari
Bawa anak dan istri lalu hiruplah udara ini.

Walau ada bimbang, sebab bencana datang tanpa diundang 
Manakala umat meninggalkan ajaran dan teladan.
Dan kamipun bersimpuh, menundukkan kepala ke tanah
Berbisik pada bumi tuk maafkan segala
Perbuatan sebagian manusia yg semena-mena memperlakukannya.

Mengharap hanya pada Allah 
Kiranya untaian doa itu mengangkasa menggetarkan langitNya
Lalu menurunkan hujan menyapu asap tebal 
Yang lebih sebulan menyesakkan dada.


Allah... kami rindu hujan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar