Hari ini bukan cuma umat palembang yang berkurban,
namun juga bumi sriwijaya. Kabut asap pekat mendekap kami dalam sholat ied
penuh hikmat. Pemimpinnya dengan nada bergetar memohon maaf dengan segala
kejadian. Berbagai upaya sebagai manusia telah diikhtiarkan namun alam
sepertinya belum meredam rasa marah seperti menantang manusia tuk merasakan
sakit yang ia derita.
Tanah... maaf kan kami yang mengobrak abrik mu sesuka
hati Udara... maaf kan kami yang membalas sejukmu dengan polusi industri Air...
maafkan kami yang menghambat langkah alirmu dengan semen dan batu agar
nyamanlah hunian kami Hutan... maafkan kami yang menerabas hijaumu dengan
semena-mena demi kertas, perabot dan gaya hidup kami Bumi... maaf kami yang
mengorek isi perutmu atas nama eksplorasi
Allah... maaf kan kami... diujung sholat kami selip
qunut nazilah penanda kami menyerah hanya pada kekuasaanMu saja...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar