Dari balik jendela masih menimbang2 tuk keluar dan
bersihkan halaman. Sebab mati lampu sore hingga isya kemarin, anak2 bermain
lilin dan bakaran. Akibatnya sampah abu berserakan. Menambah debu kebakaran
hutan yang memang sdh hadir seharian.
Akh... malas melanda. 30 menit sesudah pembersihan,
toh... abu2 lain kembali hadir menyerbu, menumpuk, teronggok disembarang
tempat. Jadi kuputuskan didalam rumah saja, sebab sepertinya udara segar kian
langka dan itu yg paling kami butuhkan sekarang.
Sibungsu sekolahnya kembali diliburkan. Sangat
beresiko bertahan belajar pd kelas2 tanpa ruangan. Siswa2nya sebagian telah
ispa, hingga diputuskan tuk belajar saja dirumah.
Kepala BMKG bilang dikoran, tuk hilangkan kabut asap
kini, dibutuhkan hujan deras selama 3 hari. Tapi bagaimana bisa, wong gerimis
saja masih enggan menyapa, mungkinkah langit kami tak lagi berair mata ??
😢
Tidak ada komentar:
Posting Komentar