Anak-anakku merasa seperti melihat buku sejarah buat kuliah ketika membaca biografi rasul dan atlasnya yang lumayan agak serius materinya. padahal aku sudah berusaha memilah milah dan menyampaikannya dengan gaya bahasa yang sesuai dengan mereka. namun itu ternyata kurang berhasil juga.
akhirnya kami beralih ke buku tematik tentang hewan. hewan yang berhubungan dengan sains, al qur'an, kisah rasul juga fabel atau dongeng jenaka. malam ini, sampailah kami pada kisah lembu atau sapi yang memiliki banyak manfaat dalam hidupnya.
diawali dengan jenis-jenis sapi yang ada didunia. lalu kisah sapi betina samiri yang menakjubkan bangsa israel dan membuat musa mengamuk pada harun saudaranya, hingga fabel si lemo sapi yang kerjanya makan saja tapi malas berolah raga akhirnya berubah kebiasaan karena badannya sakit-sakitan tak pernah digerakkan. sambil diskusi diselingi tawa, aku dan anak-anakku mencoba mengambil hikmah. namun diakhir cerita... ada kisah menarik jiwa kami bersama. sepertinya cerita sahabat rasul ini sudah sering kita dengar, namun aku sendiri baru merasa komplit ketika membacanya tadi malam. mau tau......
"Pemuda Penggendong lembu"
"uwais aneh... uwais aneh..."begitu teriak orang-orang padanya.
namun uwais hanya diam tak menanggapi. bukan karena ia tak bisa menjawab, tapi ia tak peduli. karena hidupnya, sudah penuh dengan ejekan. bagaimana tidak, dengan tubuh yang kurang sempurna akibat penyakit kusta yang diderita sejak lama, cela dan cibiran adalah menu telinga sehari hari. lalu apa bedanya, dengan apa yang ia lakukan kini. orang-orang kian menjadi menjelek-jelekkan. yah... itu karena uwais selalu menggendong seekor anak lembu sejak lembu itu ia beli di pasar.
anak lembu itu di gendong uwais setiap hari naik turun bukit, terus menerus tanpa henti. ia masih saja tidak peduli dengan omongan orang disekitarnya. bahkan itu menjadi pemandangan yang biasa hingga akhirnya orang-orang mendiamkan apa yang ia lakukan. sehari dua hari... seminggu dua minggu... sebulan dua bulan... hingga masuk bulan kedelapan dan lembu itu kian besar. namun karena uwais menggendongnya setiap hari dan tenaga yang dikeluarkan melatih beban tidak drastis, membuat uwais tetap bisa mengangkat anak lembu tersebut hingga beratnya mencapai 100kg.
tapi ... apa sebenarnya tujuan uwais menggendong lembu ?
ohhh... ternyata ia sedang berlatih. ia berlatih menggendong lembu itu setiap hari guna mewujudkan keinginan mulia ibunya. ibu uwais adalah wanita tua renta nan lumpuh. ia punya keinginan naik haji disisa usia. sementara jarak antara mekah dan yaman sungguh jauh adanya. mereka bukanlah orang kaya, yang bisa membeli unta atau menyewanya untuk perjalanan kesana. uwais hanya punya tenaga dan tekad yang bulat, jadilah uwais berniat menggendong sang ibu berhaji dan tawaf hingga ke pintu baitullah..
saat berdoa di ka'bah, uwaispun hanya memohon pada Allah, untuk mengampuni dosa-dosa ibunya. ibu uwais terheran, mengapa ia lakukan itu. uwais berkata," jika dosa ibu diampuni, lalu ibu masuk surga. maka cukuplah bagiku ridha ibu yang membawaku ke sana."
sungguh uwais anak yang berbudi mulia. ketaatannya pada Allah dan baktinya pada sang ibu, sungguh patut ditiru.
anak-anakku sampai spheecles membahas hal ini. wah... kata mereka. lalu bertanya, mungkinkah sekarang ada yang melakukannya ? ada, saya bilang. kebetulan kemarin saya dapat postingan ini.
anakku, ku bawakan kisah indah penuh hikmah menjelang tidurmu. kiranya itu menjadi asa penghias buat esok hari yang akan kau jalani.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar